Tampilkan postingan dengan label manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manhaj. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Diam Menyikapi Penghinaan Nabi adalah Setan Bisu!

0 komentar


JAKARTA (voa-islam.com) - Menyikapi penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang terus menerus terjadi akhi-akhir ini, ustadz Fauzan Al-Anshari menyatakan bahwa tidak tepat jika harus dihadapi dengan kata sabar.
Menurutnya, perintah bersabar tatkala Rasulullah itu dilecehkan sudah dimansukh sebab hal itu terjadi saat periode Mekah sebelum turunnya ayat-ayat perintah jihad.
“Jangan pakai kata-kata sabar lagi, sabar itu ketika di Mekah, sudah dimansukh. Jadi ketika Rasulullah dibilangsahirun majnun (tukang sihir gila, red.) kan belum turun ayat jihad. Tapi sekarang ayat jihad itu sudah sempurna, sehingga bagi pencaci Rasul seperti yang terjadi pada Ka’ab bin Al Asyraf di zaman Rasul dan sahabat itu harus dengan ightiyal,” tuturnya kepada voa-islam.com, Jum’at (21/9/2012).
...Menyikapi penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang terus menerus terjadi akhi-akhir ini, ustadz Fauzan Al-Anshari menyatakan bahwa tidak tepat jika harus dihadapi dengan kata sabar.
Ia menilai ightiyal (membunuh diam-diam) bagi penghinan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah solusi tepat dan terkandung hikmah syar’iyah di dalamnya.
“Kenapa ightiyal? Sebab pelakunya seorang, bukan negara, ini juga untuk meminimalkan dampak, jangan sampai kaumnya itu ikut membela dia. Tentutnya pelaku ightiyal ini adalah harus pasukan khusus yang memiliki kemampuan yang baik,” ungkap aktivis Masyarakat Peduli Syariah (MPS) ini.
Ia menambahkan bagi kaum Muslimin yang memilik kemampuan silahkan melakukan sunnah ightiyal tersebut bagi para penghina Nabi.
...Adapun kita yang mendengar dan menyaksikan Sam Bacile sebagai setan yang berbicara, jika kita diam maka diamnya kita adalah seperti setan bisu.
Namun, bagi yang belum memiliki kemampuan minimal secara lisan umat Islam harus bersuara membela Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wa Sallam dari penghinaan.
“Adapun kita yang mendengar dan menyaksikan Sam Bacile sebagai setan yang berbicara, jika kita diam maka diamnya kita adalah seperti setan bisu. Maka minimal lisan kita bersuara, dimana? Di tempat-tempat yang kita nilai sebagai pendukung atau pelindung Sam Bacile seperti Kedubes Amerika Serikat. Kenapa kita bilang mereka mendukung? Karena tidak mengambil langkah apa pun. Demikian juga sekarang pelecehan Nabi di Perancis yang baru-baru ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui pelecehan terhadap Nabi Muhammad kembali terjadi. Setelah sebelumnya Sam Bacile membuat film berjudul “Innocence of Muslim” dengan menggambarkan Nabi Muhammad sebagai orang yang haus seks dan pengidap pedofilia, kali ini hinaan datang lagi dengan terbitnya sebuah majalah Perancis mingguan, Charlie Hebdo yang memuat kartun Nabi Muhammad. Bahkan redaktur majalah tersebut berjanji akan terus mengolok-olok Nabi Muhammad hingga suatu saat menjadi suatu yang lumrah seperti diolok-oloknya Yesus atau Paus. [Ahmed Widad]
Read more...

Minggu, 15 Januari 2012

mengikuti Sunnah Rosul, menurut imam 4 mazhab

0 komentar

Pendapat Imam Madzhab

Beberapa Pendapat Imam Madzhab Tentang Hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam


Pada kesempatan ini, kami akan menyebutkan pendapat beberapa Imam tentang mengikuti hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan perkataan selainnya jika bertentangan dengan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

Imam Abu Hanifah yang meninggal pada tahun 150 H, dan termasuk salah satu imam yang empat yang tertua yang pendapatnya banyak diikuti orang :

1.      Tidak boleh seseorang mengikuti pendapat kami sebelum mengetahui dari mana kami mengambilnya.

2.      Haram bagi yang tidak mengetahui dalil saya kemudian memberi fatwa dengan kata-kata saya, karena saya adalah manusia biasa yang sekarang bicara sesuatu dan besok tidak bicara itu lagi.

3.      Jika saya mengucapakan pendapat yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka tinggalkanlah perkataan saya.

4.      Ibnu Abidin berkata dalam bukunya : " Jika hadits itu shahih dan bertentangan dengan madzhab, maka hadits-lah yang dipakai dan itulah madzhabnya ( imam Abu Hanifah), dan dengan mengikuti hadits itu, tidak berarti penganutnya telah keluar dari pengikut hanafi. Diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa beliau pernah berkata : " Jika hadits itu benar, maka itulah madzhab saya."

Imam Malik adalah salah satu imam empat yang wafat pada tahun 179H dan dia adalah imam darul hijrah ( Madinah ) di zamannya, beliau berkata :

1.      Sesungguhnya saya adalah manusia biasa yang bisa salah dan bisa benar. Maka perhatikan secara kritis pendapatku, yang sesuai dengan kitab dan sunnah ambillah, dan setiap pendapata yang tidak sesuai dengan kitab dan sunnah tinggalkanlah.

2.      Setiap orang sesudah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bisa diambil ucapannya dan bisa ditinggalkan, kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

Imam Syafi'I adalah pendiri madzhab syafi'I yang pendapat-pendapatnya sampai saat ini banyak diikuti oleh orang-orang di Indonesi dan telah meninggal pada tahun 204 H dia berkata :

1.      Seitap orang ada yang pendapatnya sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ada yang tidak sesuai. Jika sya berkata dengan suatu pendapata atau berdasarkan sesuatu pendapat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tapi kenyataannya bertentangan dengan ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka pendapat yang benar adalah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan itulah pendapat saya.

2.      Orang-orang Islam telah melakukan Ijma' bahwa barangsiapa yang jelas mempunyai dalil berupa sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka tidak dihalalkan bagi seorangpun untuk meninggalkannya karena ucapan orang lain.

3.      Jika kamu mendapatkan hal-hal yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam buku saya maka ikutilah ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan itu adalah pendapat saya juga.

4.      Jika suatu hadits itu shahih, maka itulah madzhab saya.

5.      Beliau berkata kepada Imam Ahmad bin Hambal : " Anda lebih pandai dari sya tentan ghadits dan keadaan para periwayatnya, jika ana tahu bahwa sesuatu hadits shahih maka berithaukanlah kepada sya sehingga saya akan berpendapt dengan hadits itu."

6.      Setiap masalah, yang mempunyai dasar hadits shahih menurut para ahli hadits, dan bertentangan dengan pendapat saya maka saya akan kembali pada hadits tersebut selama hidup saya atau sesudah mati.

Imam Ahmad bin Hambal, berkata ;

1.      Jangan engkau bertaklid ( ikut-ikutan ) kepadaku atau Imam Malik atau Imam Syafi'I atau Imam Auza'y atau Imam Ats-Tsauri tapi ambillah dari mana asal mereka mengambil.

2.      Barangsiapa menolak hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia berada di tepi kehancuran.

Demikian pendapat para Ulama tentang kewajiban mengikuti dan mengambil ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan pendapat siapapun juga yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Read more...